Tampilkan postingan dengan label Kampoeng Atjeh Handicraft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampoeng Atjeh Handicraft. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Januari 2009

Unik-nya Muhammad Ridha

Lahir dan menetap di Banda Aceh, belajar melukis secara otodidak, menyelesaikan studi di Unsyiah (yang gak punya jurusan melukis) sekarang bertarung dengan ketatnya harga emas yang lagi naik turun, tapi masih bisa menyelesaikan beberapa lukisan sebelum ngantuk menerjang ke dua kelopak mata. Karena ke esokan harinya para pelangggan telah menunggu dengan senyum menggoda. Di jamin orderan pasti terus datang ya Dok.....

Rabu, 24 Desember 2008

Bahan Sampah Kertas Produksi Awel

Tidak mengherankan memang, kalau produk awel di minati, selain warna yang menantang, bentuk dan bahan menjadi andalan. Lihat saja biji sawit di sulap menjadi penyeimbang keunikan, hasilnya kwalitas yang prima. produk yang tersedia :
1. Tempat Bawaan pengantin
2. Celengan ukuran besar, sedang dan kecil
3. kotak perhiasan besar, sedang dan kecil
4. Tempat pinsil dan pulpen
5. Vas bunga
6. Kaligrafi Allah dan Muhammad
7. Frame Photo
Salut untuk awel. semoga terus berkarya....

Senin, 15 September 2008

Baju-baju kaos etnik Kampoeng Atjeh Handicraft

Seng Qiyu abies... buat selvas jogja (is krapyak), pemasok baju kaos etnik berbahan Kardet, salman yang rela udah-uduh nganterin baju kaos tengah-tengah malam, serta ikut-ikutan apah-apah ketika harus menaikkan harga baju, gara-gara harus ngikuti pemerintah yang menaikkan harga BBM. Tapi jangan berkecil hati klo da supplier yang meu-pep-pep gara-gara harga baju naek, maklum, mereka baru mulai usaha jual-menjual. Maimun bek laye berbahan karded dan kombet, Sang ka-ngop ngon NGO, setelah 6 bulan berjalan, ternyata peminat baju bek layee makin meningkat, hanya satu diantara seribu pesan, maju terus dan bisnis baju ternyata juga menjanjikan. trus klo ada permintaan jangan nada dering tar-sok....tar sok yang bunyi ya... kasihan pelanggan yang udah kecandu ma beklayee. Rampago de Brajoem memang meninggalkan luka hati iri akan kreativitas ide dan desain, bagaimana tidak, zaman teknologi tinggi begini, tiba-tiba security layar detector harus sibuk gara-gara ada mugee manok lewat depan mata, go....go....go...debrajoem. mungkin sebagian teman bertanya berapa harga jual kaos dikampoeng atjeh handicraft, tenang.... semuanya dijual dari harga Rp. 40.000 sampai Rp. 55.000. Murah kan?. Bagi teman-teman yang tidak punya kaki panjang untuk sampai di kampoeng atjeh handicraft Banda aceh, bisa memesan melalui blog ini, dengan tidak lupa menyertai pilihan yang akan dipesan atau kalau mau lebih detail tentang desain, kita bisa kirim desain melalui email yang yang teman-teman kirim. Kami tunggu teman-teman di Bumi Yang Cantik Jelita yaitu Kampoeng Atjeh, terima kasih


Kamis, 28 Agustus 2008

Sambutan Hangat Seorang Teman

Krinng.........kringggg, Assalamualaikum, ini saya..... begitulah suara teman lama bersambut, bercerita tentang negeri sakura yang megah, yang entah mengapa begitu rindu menyapa saljunya, membisikkan semilir anginnya. Mata teman itu berbinar ketika bercerita tentang beberapa perempuan negeri sakura menggunakan tas bordiran aceh. Tanpa sadar bertanya, apakah sudah ada supplier tas bordiran untuk kampoeng atjeh handicraft. Kringg.....krinnngg.... 2 hari kemudian, seseorang mengaku temannya teman saya datang berkunjung, menawarkan barang yang tak lain adalah tas bordiran aceh.
Seiring perjalanan waktu, permintaan akan tas bordiran terus meningkat. Saya jadi ingat ketika orderan buat acara Konferensi Internasional Aceh Hijau, Temannya teman saya itu harus kerja extra, buat memenuhi permintaan, belum lagi kendala listrik yang sering mati membuat mereka harus bekerja menggunakan mesin manual dan menggunakan genset kecil.
Ketika suatu minggu tiga orang yang bermata sipit mampir di kampoeng atjeh handicraft, membeli beberapa tas bordiran aceh, kemudian tanpa sengaja bertanya, berasal dari mana, ternyata cerita teman saya bukan pengantar tidur semata. Mereka berasal dari negeri yang teman saya rindukan. Sekali lagi, mimpi itu menjadi kenyataan. Semoga kerjasama ini terus berlanjut, salam manis.

Sabtu, 16 Agustus 2008

Produk-produk Seuke Aceh Trienggadeng

Trienggadeng, Sekitar 3 jam perjalanan darat melewati hamparan perbukitan seulawah yang mendaki serta hamparan sawah yang luas di Glumpang Mieunyeuk dan Teupi Raya. Sesekali, rombongan gadis-gadis dan ibu-ibu berkerudung rombongan takziah menggunakan mobil pick-up terbuka lewat. Senyum kepanasan tergambar dimuka mereka. Memasuki daerah Tringgadeng, hawa pesisir laut tercium. Disepanjang pesisir pantai itulah pohon pandan (seukee dalam bahasa aceh) tumbuh bergerombol. Menurut masyarakat sekitar, pohon pandan tumbuh dari peurade sampai ke meureudu. Dipinggir jalan lintas Banda Aceh - Medan, setelah pasar trienggadeng, kantor seuke aceh berdiri, memanfaatkan ruang yang tersedia, semua produk pandan tersaji begitu indah. Kawan lamapun muncul, setelah bernostalgia, pemesan barangpun dimulai, yang rencananya akan kami jual di Kampoeng Atjeh Handicraft dibanda aceh. Kelompok ibu-ibu seuke aceh, mendapat dukungan dari PEKERTI dan Save The Children, dalam memulai usahanya, telah mengikuti berbagai even pameran baik lokal maupun nasional. Yang menarik adalah, hampir semua pelanggan merasa terkesima dengan warna yang menggugah selera. Semoga mereka terus berkarya....

Senin, 11 Agustus 2008

Kampoeng Atjeh Handicraft

Kampoeng Atjeh Handicraft menjual berbagai macam bentuk kerajinan baik lokal maupun nasional yang berbasis pada penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan. Sejauh ini Kampoeng Atjeh Handicraft telah mengumpulkan barang-barang seperti produk-produk tikar, eceng gondok, rotan, produk-produk sulam dan kasab, aneka macam kaos etnik, produk-produk kelapa, aneka produk laut seperti kerang, pasir laut, mutiara, serta berbagai produk kayu dan produk-produk sampah seperti tas dari bahan baku bungkusan plastik. Terima kasih untuk kawan-kawan, Emi dan kawan-kawan pekerti, dwi galery, morenk, selvas jogja, dedy debrajum rampago, beklayee, smoeng seumeulu, ridha kodok, ibu-ibu pengrajin nusa, tas bordir lhokseumawe dan teman-teman lainnya, semoga kerjasama ini akan terus berlanjut.