Selasa, 21 Mei 2013

Seunaloep Peuneuwoe

Meukeureuja o dara
peuwoe linto
dara baroe adoe eee..
jih ka raya

geuboh gacha e cutda
dara baroe...
peuwoe lintoe adoe malam lusa...

Peuneuwoe dalam khasanah budaya aceh kurang lebih bisa diartikan sebagai  hantaran mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan, isinya bisa beraneka ragam, mulai dari bahan baju atau dalam bahasa khalayak sering diucapkan salinan,  alat-alat kosmetik, kain sarung, kain batik panjang, al-quran, mukena, sajadah dan tak luput pula pakaian dalam, bra dan buah-buahan. Peneuwoe seringkali juga dipakai sebagai pengukur derajat atau strata sosial seseorang, keluarga, kaum ataupun keturunan. makin banyak peuneuwoe yang dibawa, semakin berkelas dan tinggi derajat dari keluarga tersebut. Secara teknis semua bahan yang akan dibawa dalam peuneuwoe, diletakkan dalam talam setelah sebelumnya ditata, dihias dan diberi pernak-pernik untuk memperindah. bahan peuneuwoe tersebut diletakkan dalam talam, kemudian ditutup dengan dalueng, setelah itu baru dibungkus dengan kain berwarna kunyit dan diatasnya diletakkan sulaman khas dari daerah setempat. Dalam tradisi intat lintoe, prosesi peuneuwoe menjadi sangat sakral karena berada dibarisan paling depan dari serangkaian rombongan pengantar dan calon mempelai laki-laki. setelah berada digerbang rumah atau tempat mempelai wanita, akan ada rombongan dari tuan rumah yang akan menyambut iringan-iringan peuneuwoe sekaligus diletakkan ditempat tertentu dan semua tamu yang datang dapatmelihat.
Pada malam hari, biasanya keluarga mempelai wanita (dara baroe) akan mengundang kerabat yang hadir dan membantu prosesi acara pernikahan untuk melihat isi dari peuneuwoe tersebut. Tawa derai menghantar calam pengantin ke malam pertama..... Barakallah....

Selasa, 22 Januari 2013

Surat dari Candu


madu..
aku harap surat ini sampai ditanganmu
semoga keresahanku hilang
ketika melihat senyum anak kecil
yang engkau suap sesendok nasi kemulutnya
biarlah gundah ini sirna
ketika melihat senyum ibu hamil
bisa makan  dipengungsian
biarlah kesedihanku hilang
ditelan besarnya gelombang samudra
ketika engkau mengantarkan bantuan bagi pengungsi itu
biarpun aku tidak mendengar khabarmu 3 hari ini
aku bahagia untuk itu

madu...
pakailah selendangmu
untuk menutup ubanmu ketika bertemu ibu
jangan perlihatkan bahwa kita lelah
mengarungi hidup
jangan biarkan ibu menangis
melihat uban yang terus tumbuh dikepala kita
pakailah selendang itu
bagiku
kamu  jauh lebih cantik 
ketika uban itu mengintip keluar
iya madu.... kamu jauh lebih cantik 
dengan ubanmu
kamu bertambah cantik
jika tidak menggunakan selendang, baju dan sarung
ini hanya untuk membahagiakan ibu...

madu...
tadi pagi ibu meneleponku
bertanya tentangku dan tentang kamu madu...
bertanya tentang
kapan ibu tidak akan membangunkanku untuk shalat subuh
karena sudah ada kamu
kapan ibu tidak akan bertanya tentang hubunganku yang hilang
entah kemana
karena ada kamu
kapan ibu akan melamarmu untukku
kapan ibu akan memelukmu madu
kapan ibu akan bercerita tentang pengalamannya
yang sudah lebih dari setengah abad
kapan akan berbagi adonan kue
rempah-rempah untuk masak ikan
cabe, bawang, tomat untuk bumbu bebek kesukaanmu
kapan... kapan???

aku menangis madu...
insyaallah bu.... insyaallah
waktu itu akan segera tiba
lamarlah madu kapan saja.... jawabku
karena madu sudah siap menjadi anak ibu
karena madu sudah siap menjadi ibu dari anak-anakku

madu..
kemarin anak kita bercerita
tentang baju bali yang robek dipantat
kerena sudah mulai sempit dan sexy
pinsil yang kebesaran
gak bisa dipakai
bertanya tentang khabarmu
ingin bertemu kamu
aku bingung menentramkannya
aku hanya bilang.... madu
kamu sedang berjuang membahagiakan orang terpencil
terkurung bencana
rentan terhadap wabah
kelaparan dinegeri yang tandus
aku lihat anak kita bingung
tapi bahagia
karena ibunya berguna bagi orang lain

madu..
sebelum memutus telpon dengan ibu
ibu bertanya serius
kapan ibu bisa kerumahmu
aku jawab 
bagaimana sebelum puasa ini
kira-kira bulan mei
engkau tahu madu...
ibu tertawa bahagia
sebagian bebannya lepas
rasa tuanya berubah menjadi muda
semangatnya mulai kelihatan
aduhhh... bagaimana ini
persiapan belum ada
mahar juga belum cukup
bawaan harus disiapin
siapa-siapa saja yang diundang...
aku tertawa kecil madu
bahagia bisa menyenangkannya dihari tua
aku hanya menjawab..
bu....
kita gak butuh undangan banyak
gak butuh pelaminan mewah
cukup keluarga kecil dan anak-anak kita
gak butuh masakan pesta
cukup nasi putih dengan sayur urap, telor dan ikan asin
yang penting kita berkumpul dan bahagia
ibu menangis mendengarnya
semoga engkau bahagia anakku
bahagiamu bahagiaku juga

madu..
walaupun aku malu
aku berharap...
cepat telepon aku setelah membaca suratku ya...

candu

Kamis, 05 Juli 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Reuboeng Kuala Malaka

Saksikan distasiun film keliling dikampung anda, proteslah bila tidak suka, biar anak cucu dan cicit biasa mendengar kata berbeda tak sama. Atau masukkan koin sribu kedalam timba plastik sebagai tanda setuju dan cinta. seperti khanduri cinta.
Lantas apa harus menulis cerita sedih agar layak tayang dan rating tertinggi, atau, harus menyiapkan handuk kecil penyeka airmata seperti berlinang dan tersentuhnya pilem india tua. Tidak juga mestinya, banyak yang bisa diperbuat agar tidak waras. seperti bermain biola dipelataran mesjidraya baiturrahman. bisa juga meneropong tingkah polah anak-anak pacaran dibibir pantai malu-malu dan malu-maluin.
jangan lupa saksikan tayangan perdana ini diawal 2012, setelah lama pensiun dari dunia catur tulis menulis hal-hal yang tak perlu di dunia kreatif. Pesan sponsor ini disampaikan oleh layanan publik 221 untuk warga yang telah jengah dengan dunia pulitik penjual itik yang tidak laku-laku walaupun kebanyakan penjualnya laki-laki.
selamat menikmati, jangan lupa belilah produk dalam negri seperti langsat/rambutan indrapuri sebagai teman yang menemani anda nonton.
Ingat pemutaran perdana kisah reoboeng kuala malaka ini akan bermula pada tanggal 12 bulan 12 tahun dua ribu 12.

Selasa, 24 Mei 2011

NusabangsaCeningan

Lama tidak menyapa, mengharap semua berjalan seperti biasa, tidak ada yang berkurang. Hampir setahun mungkin, tapi tak apa, bau gudeng dimasak yang membuat terlena. silakan nasi bungkusnya dimakan, ala kadarnya, dan harap maklum makanannya sangat sensesional. 4 hari mungkin tidak terlalu lama, walau terasa jam bergerak lebih cepat dari biasanya. kelompok nelayan menyambut dengan senyum bangga mengajak menyeberang lautan menggunakan kapal tradisional yang ringan dihempal gelombang miring kekiri dan kekanan. menarik, seperti kembali ke kampoeng halaman atjeh, mandi laut setiap hari, makan makanan laut dan sedikit bakar-bakar.
1 tahun lebih tidak mandi laut, akhirnya gugur setelah diceningan. pagi hari melihat petani rumput laut bergerak ke muara, membenamkan tubuh dalam aliran dingin menggigil. Mereka tetap semangat menyambut hari dengan siap menghadapi apapun yang akan terjadi. sedetik berikutnya... mandi laut lagi.... mandi, mandi dan mandi laut. ingat terakhir kali mandi di babah dua, tergulung-gulung ombak menabrak siapa saja yang menghalangi. ie laot aron meu puloe, peurahoe woe dua-dua, hai rakat takayoeh jaloe ka tahoe dek nong diluwa, hom hai lee halla bagura, hom hai lee hala....

Sabtu, 11 September 2010

Engkau Dimana pat droen

Aku sering bertanya paluku malu
sabe lon tanyoeng palee lom malee

Pakuku bersembunyi dalam serat kayu
labang lon pih dimeusom lam urat kayee

Kutanya pada matahari
lon tanyoeng bak matauroe

Diam, bingung, dahinya terkejut
teu-iem, mumang, dhoe kroet

Walaupun sinarnya mengelilingi bumi
bah pih cahya ban sigom bumoe

Dia meluputkanmu
ka dipeuteuwoe

Kutanya daun yang terus gugur
lon tanyoeng bak oen yang sabee duroeh

Jatuh diterpa angin
meubapoe diba lee angeen

Walaupun dia tunas muda seperti dirimu
bah pih jih pucoek muda lagee droe keuh

Terpeuranjat, terperangah
teukeujot, teutaheo ganteo

Mengeluh tentang daun yang baru tumbuh
meusua oen nyang ban timoeh

Kemudian jatuh
oh leuh nyan mala

Engkau dimana....selamat ulang tahun
pat droe keuh......
masyuhue lam karonya allah
Aak...aak.....beureutoh keu-eung ungkot teutot nyoe...

Minggu, 22 Agustus 2010

Ingin Kusulang Engkau dan bang lian

Carilah di bung Google... begitu ucapmu ketika aku minta resep uueennnaakkk sop buatan lentik tanganmu. tangan yang selalu mendoakanku ketika aku sakit, aku lapar, aku haus, aku susah, aku rindu, aku kangen, aku capek, aku tidur, aku mimpi. Aku selalu ingin engkau disini....dan tak pernah setengah hati....Ramadhan itu datang lagi setelah bersembunyi 11 bulan yang lalu. begitu tiba-tiba dan cepat, tak sempat kubuatkan teh untukmu menyambutnya. Menyambut dengan tangan terbuka mengharapkan pelukan kerinduan yang telah lama tak bertemu. tidak bertemu dengan Mu Ramadhan.. Bangunlah...sadarlah.. makanlah sahurmu sedikit, biarlah batuk itu menghilang dengan terbit imsak, biarkan tangan hitam ini menyulang sesendok sop buatan sendiri penghangat badanmu yang penuh olesan minyak kayu putih. Lalu bang lianpun pergi dengan sejuta nikmat kenangan. Ah... masih seger ingatan itu, topi koboi kain, mobil ceppy tua warna biru, kepala tongkol dan bandeng, porsi double disudut jalan magelang...selamat jalan bang...namamu pasti kuingat seperti kuingat lukisan arabmu yang susah banget ku mengerti sampai sekarang...

Rabu, 28 Juli 2010

Mengejar Matahari Terbit

Gelas kopi terakhir itupun diangkat dari meja berwarna putih yang pinggirannya disisipi besi alumunium sebagai penjaga tangan agar tidak luka terkena siku yang tajam. Gelas yang ada titik merah dibagian bawah yang entah sudah berapa bibir mencicipi kopi menggunakan gelas itu. Bibir-bibir yang mendesah ketika beratnya hidup harus ditanggung, kerasnya perjuangan harus dikerjakan. Dan engkau masih bertahan. Bertahan menahan gempuran perjalanan hati yang penuh liku-liku bagai pendayung sepeda tua menapaki bukit perlintasan kereta api yang tidak pernah tidur berseliweran selalu. Dan engkau matahari. Menyinari bibir itu yang selalu saja tidak bisa ku lupa, walau berkalang waktu, bermusim-musim mendayu, engkau tidak pernah cemberut. Seringkali mata itu juga melahirkan semangat baru. Semangat untuk tetap terus bertahan mencintaimu. Mencintai walau tidah bisa kupeluk, mencintai walau tidak bisa kucium, mencintai walau tidak bisa berbagi bahagia. Mataharimu terbit ditimur sedangkan aku matahariku ku dibarat. Entah kapan kita bisa bertemu, Waktu siang mungkin, Atau waktu malam ketika kita sama-sama tertidur diatas RANGKANG peninggalan Cupoe fatimah diladang timun suri. Malam ketika banyak bintang bertabur di angkasa, ada yang bersinar terang, ada yang bergandengan membentuk rasi, ada juga yang terpisah menyendiri. Kau pilih bintang untukku yang paling jauh. Dan engkau matahariku. Engkau begitu susah digapai ucapMu, begitu jauh, menyendiri. Ketika matahari tenggelam diKuta, engkau berbisik, Aku rindu perut gembulmu..

Senin, 05 April 2010

Cerita Turun temurun Buah Sop

Maukah kau dengan ku, kata sisusu coklat, gak.. jawab sipepaya ranum kuningnya. Diblender barengpun aku tak sudi, apalagi bercampur dengan mu dalam satu gelas. Sebegitukah bencimu terhadapku, tanya sisusu coklat, kuning pepaya terdiam. kesel, marah, muak, bercampur jadi adonan kue supit yang dijual nenek-nenek setengah renta itu. Untuk menyebut namanya saja udah bikin gerah apalagi bercampur... Ckckckck... 8000 rupiah dapat sepiring sop buah pinggiran pasar merdu. tangan penjual sigap memotong-motong buah berbentuk dadu-dadu kecil, kakinya lincah lari kesana-kemari, menyurut kelapa, mengeleng-gelengkan kepala ketika blender berbunyi membinasakan alpukat yang ada didalamnya dan tak lupa bersenangdung... aku ini orang kaya ya oma....ya oma.... jadi teringat istri wong fe hung marah besar ketika pelayannya menyebutkan nama teman seperguruan, pelayan itu lari tunggang langgang menyembunyikan tubuh mungilnya dari hardikan istri yang mulia pendekar ternama sekolong jagat raya wong fe hung bin bhee chuung. Turun temurun cerita dunia persilatan pun tidak luput dari sikut menyikut, injak menginjak, hasut menghasut, maki memaki, teriak meneriak, atau kalau perlu pukul memukul, jambak menjambak, tendang menendang..... jadi ingat tendangan maut istri wong fe hung. siang itu ketika matahari begitu terik menyapa kulit bumi, kulit manusia, kulit buah-buahan yang langsung mengkedut, kulit binatang peliharaan, isi mangkuk itu penuh, terisi beraneka jenis buah, dengan kuah alpukat yang ranum, tiba-tiba matahari begitu dingin, mesra membelai, lembut menggelitik..xixixixixi... senyum itu hadir lagi...diantara deretan cermin penghalang nafsu dunia. berhentilah sebentar... tarik dulu nafasmu.... jangan cemberut begitu, masih ada kok teman-teman lain datang menghiburmu, kalaupun ingin kau hapus nama itu, cukup hapuskan diatas kertas saja, tidak akan mungkin menghapusnya dari lubuk hati, karena takdir hati hanya menyimpan dan mengenang, bukan untuk tempat recycle nama-nama yang menyakitimu kemudian terhapus dengan sendirinya. Kalaupun ingin kau bandingkan dengan seluruh makhluk ciptaan pottAllah, mungkin engakau akan menulis seperti diatas air, tahu bentuknya, tapi tidak kelihatan hasilnya. Bang... dibungkus 3, pake es, mudah-mudahan engkau rela akan kemelut dunia.

Kamis, 18 Maret 2010

Reu-oh Hana So Bila identik dengan Poteumeureuhom

Ketika rindu menggigil, tak cukup sanger sikhan penghilang. Dia....ya...dia, merindukan keringat dibadannya hilang tersapu arus sungai peninggalan indatu Po-Teumeu-Reu-Hom. Sungai sumber rejeki bergilir dari hulu hingga hilir, kemudian hilang dalam auman suara mesin pendorong kepentingan waktu yang mendesak. Dia...ya...dia tak peduli walau harus bermandikan peluh, bermudal kekuatan dan semangat senyum seorang istri menunggu kedatangan pulang membawa berkah keringat untuk dinikmati secara bersama. Bek meunan lah ngon (jangan begitulah teman-atjeh).. memulai pembicaraan keringan jackpot yang digenggam untuk bercampiur bingung bagaimana cara menghabiskan uang itu. Inilah berkah ditanah indatu, sebagian sibuk menyapa matahari pagi untuk keberkahan kosentrat lemak yang terbakar bersama aroma ikan bakar buatan istri, adalagi yang bersembunyi dari ciuman matahari, membuka rekening kolesterol dimana-mana, memasukkkannya dengan mesin ATM yang ada dimana-mana, jika sudah waktunya. Begitu senja berselimut, teman sejati adalah teh panas buatan istri serta pijitan lembut ditelapak tangan penghilang gumpalan-gumpalan kerasnya hidup. Disudut hotel itu, mesin kolesterol itu tak tidur-tidur, menemani penggemar sampai larut malam, ya... penggemar setia. Kata seorang teman, semuanya sudah uang pemimpinnya, bekerja hanya untuk memilih-milih akan dihabiskan kemana, mau buat apa, gak muat rekeningnya... tidak temanku....
Jauh diatas perahu ini kusampaikan rinduku padamu, masih ada senyum ikhlas, bahwa rejeki tuhan yang atur, dalam terik matahari ini masih ada yang mau berbagi segelas air. masih ada yang mau berteman bukan karena hadiah itu, masih ada yang berbagi sanger bukan karena dia permaisuri wong fe hung, tapi karena dia penghuni bumi, yang satu saat nanti, kalau tuhan izinkan, akan dipersatukan dirumah pengantin pangeran dan permaisuri syurga.
Pak... peu lon Tarek lee lon (pak...saya bantu tarik ya...atjeh) jangan nak... hidup ini memang ada bagian-bagiannya. tidak mungkin saya jadi bupati..... karena saya tahu, saya pasti tidak mampu. saya bukan bupati pak... tidak nak...kamu adalah raja diperahuku ini... ketika air pun surut... jabat tangan melepas kepergian, tidak ada pelukan, tidak ada ciuman. tidak berpelukan bukan berarti tak ikhlas, yang ada hanya rasa sayang membuncah memecah kesunyian hati seorang perempuan pemilih harta warisan terbesar seluruh negeri. senyum manis itu adalah warisanmu...

Rabu, 10 Maret 2010

Mie Caluek Menurut Spagety Italy

Bisik-bisik, dipersimpangan itu, tiap sore sekitar ja 16.30 selalu saja ada yang mampir berlabuh, sekedar merasakan getaran-getaran kacang tanah yang meledak dasyat dalam mulut. Atau dasyat-nya sepakan dan terjangan tendangan maut istri wong fe hung yang mengaduk adonan perasaan. Bicara tentang dinamit, ada juga dinamit stres yang tiba-tiba mengganggu seorang teman. Dan berceritalah kakak tua yang kuku dan jambul diatas kepalanya telah berubah warna dan jatuh satu persatu kepangkuan tanah dayah tanoh anoe. Dulu kala ketika-ketiki dayah tanoh anoe basah oleh deraian airmata seorang ibu meratapi kepergian anak-nya.... dia bersenandung :

Hai aneuk lon sayang
Ayah poma pih ka seunang
Ka tawoe...tawoe...taweo
Meusahoe lam ie raya....Tawoe bak rabbana....

Air mata ini mengering disudut mata itu... setelah sekian lama tidak bertemu, engkau hadir dihadapanku, memelas pelukan, wahai anakku... engkau telah besar sekarang, begitulah dunia, ada yang tertidur dipelukan papa-nya menunggu mama yang tidak selesai-selesai audiensi (take vocal) mau keluarin album terbaru kayak-nya. Belum lagi burung nuri yang tenggelam bersama gosip sikepala pemuda yang kepincut janda muda yang lagi merah merekah pecah-pecah (sariawan). Duuuuuummmmmm...begitulah bunyi dinamit dimana-mana. penjualnya tersenyum, mie caluk depan lapangan bola meureudu memang tidak ada duanya... Whaaattt.... gak yang dulu, gak yang sekarang, sama saja, dua-duanya tukang malakin makanan dan sanger panas.... dasar. Mampir bang.... begitulah panggilan penjual lemang tangse disudut jalan itu.

Selasa, 16 Februari 2010

Peunajoeh Kampoeng Atjeh Tradisional Foods

ketika tempat itu berdiri, diatas bumi kecil dipojok benteng kutaraja, berteman hembusan angin jalanan dan asap kenalpot mobil labi-labi yang bersilweran didepan mata. Adakan diantara anda yang punya minat memakan semua makanan adat tanpa harus sibuk mencari serbet penghilang bau aren dan manisnya gula dari tangan atau jika anda berani bermain menjadi pengusaha yang selalu bangga akan sejarah makanan kuliner nusantara dan hebatnya halua khas kreung raya, mampirlah ke pojok benteng ini sekedar menitipkan makan kesukaan keluarga atau makanan kegemaran masyarakat pinggir pantai. Ya... bau aren akan selalu menempel ditangan kita, tangan anak negeri indatunya Ratu Saffiattuddin yang cantik, lengket'nya gula manis yang tersedia dipiring2 kecil dan gelas2 kecil diwarung kopi solong. jadi kangen nganterin sanger ke seseorang.... begitulah kata seorang teman.. itu juga yang membuatnya kegigilan kedinginan. Bubuk kopi itupun terbagi, yang bungkusan pisang tinggal diranah teuku di kandang, yang bungkusan plastik terbawa bersama perahu tongkang ke pelabuhan sunda kelapa bersama permaisuri dan adiknya panglima ceng hoe... panglima penakluk semananjung malaka dan kembali ke aceh hanya untuk mandi disungai kreung atjeh. Adiknya jendral berwajah bulat penuh bentolan karena semua adonan wajik dan halua belepotan disekitar bibir, menarik perhatiaan segerombolan semut dan tawon tanah. ada semut yang hitam dan botak tanpa ada sehelai rambutpun, ada tawon hutan yang gondrong sampai ketanah berjojoran. Dan adee meureudu pun menepi di pojok ini. Menunggu pembeli tanpa melupakan tradisi.

Rabu, 20 Januari 2010

Peunajoeh Kampoeng Atjeh Traditional Foods

Warnanya orange, sepintas seperti martabak terang bulan yang lazim dijual disepanjang jalan, namanya adee kembang tanjong, itupu perlu waktu 2.5 jam perjalanan darat sabtu, 16 januari 2010, pagi hari jam 8.00 mobil bergerak dari banda aceh, adalah hari Peukan Beureunun menjadi daya tarik tak terhingga. bagaimana tidak, saat pertama kali menginjakkan kaki dipasar tradisinal tersebut. suara lembut perempuan renta itu menyapa. Piyoeh neukk... peuneumita.... nyo na minyeuk keumeunyan, bakong asoe, emping breuh....atau kadang brat that hawa beurnee sagee.... wuuuiiihhh.... semua yang disebutkan nenek tersebut adalah makanan-makanan tradisi yg sulit ditemukan dipasar banda aceh. bagai bermimpi tak terandingi, ketika semangat mengumpulkan makanan tradisi... insyaallah sudah bisa direalisasikan... insyaalah juga akhir bulan ini... kami akan membuka galery makanan tradisi, yang telah diwariskan melalu darah ini. mudah-mudahan akan banyak pelajaran yang bisa diambil dari anugerah ini...

Minggu, 15 November 2009

Sie Oen-Oen

Sie Oen-oen ta lop, Hana ta thee katroeh bak wassalamu, Alif haBA dron hana meuteumee tanyoeng, Teupeu-teupeu Lumpoe Mim-pi katroeh bak bineeh mata, diliekeu rumoh ka di-preh. Ya-sudahlah, malam ka jula, singoh-ngoh mantong lon beu-ot tilipon droen bang beh. eeeee mak eeee, neu cok lon.
Zikir lam teungeut, ban jaga, sanger sikhan hana meuteumee jep lee, butoi-butoi rusak mata langet, hek ta totok pintoe rumoh tuhan, meu geupeureumeun pih tan. tingkap hatee pih meutop ngon jeureujoe busoesaket, meulapeeh ngon kawat nyamok sengsara dunya. Ala hai ma teuh, meunyoe neu peulahee lon kareuna niet peuseunang dunya, beu geu brie lee poe umu panyang neuh.
Dengan izin allah aku memulai semua ini, tiada yang lebih sempurna selain bumi yang telah allah anugerahkan kepada kita, Allah mulai dengan iqrak, selanjutnya tersusun Alif dan Ya, agar kita memaknai semua langkah dengan kalimatnya. Bersedih adalah seperti daun jati yang jatuh ketika kekeringan hati melanda, kemudian timbul lagi seperti perjalanan musim, kemarau, hujan, begitu seterusnya. Seperti Allah menciptakan pagi, membangunkan anak-anak ayam, menyaringkan suara burung, membuka kelopak bunga, hingga malam menjelang, ketika semua mata ditidurkan.
Saudaraku...
Dengan izin allah aku menyayangi-mu, ingin kuhapus semua air matamu dengan tanganku yang kasar ini, pun jika diijinkan allah, aku ingin punya 1000 ibu jari tangan yang akan selalu menghapur air matamu, menghapus dan terus menghapus, karena itu kodratku, pun jika diijinkan allah,aku ingin punya 1000 ibu jari dan bahu, yang bisa kau gunakan, jika pelukan tangan dan bahu bisa membuatmu nyaman merentas kesedihan-kesedihan hidupmu.
Saudaraku, Ketika malam semakin larut, aku ingin hadir disisi tempat tidurmu, sekedar mematikan lampu tidurmu yang lupa dimatikan, men-cas HP BB-mu yang telah mati, membereskan kamarmu yang berserakan ataupun sekedar menaikkan selimutmuketika kau kedinginan...
Mata langeet tutoeng, keunong apui tan teupeureumeun, ladom na yang galak bak meusiginee, lom pih na yang pujoe bumoe. Sang-sang kaseupoet mata nyan....
Pojoek Kutaraja 09

Rabu, 16 September 2009

UROE RAYA

The Kampoeng Atjeh beserta anak-anak, Kampoeng atjeh Handicraft, Kampoeng atjeh Community Development Organizer, Kampoeng Atjeh Natural Design and Creative Product, Kampoeng Atjeh Tradisonal Foods, Kampoeng Atjeh Training Center... Seulamat Uroe Raya 'idhil Fitri

Minggu, 16 Agustus 2009

The Kampoeng Atjeh

Kampoeng Atjeh Handicraft, Kampoeng Atjeh Natural Design and Creative Product, Kampoeng Atjeh Community Development Organizer, Kampoeng Atjeh Tradisional Foods dan Kampoeng Atjeh Training Center mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga disetiap kehitaman selalu saja ada keputihan yang menyelip..

Minggu, 12 Juli 2009

Market Development Consultant


Trienggadeng, Pidia Jaya
Koperasi seuke aceh, dari tanggal 1 maret sampai tanggal 30 juni 2009.
Aktivitas :
1. Market Survey
2. Penyusunan Rencana Penjualan
3. Design Katalog Produk

Market Survey
Dari tanggal 16 - 25 maret 2009, bertujuan meng-analisa pembeli produk, pesaing dan analisa kinerja koperasi Seuke Aceh

Penyusunan Rencana Penjualan
Bertujuan menentukan target penjualan, memilih saluran penjualan, merencanakan sistem distribusi produk, menentukan harga jual produk yang kompetitif, menyusun strategi dan taktik penjualan

PaNG-wA

Criiietttt.... bunyi ban mobil berhenti, handphone keluar dengan sendirinya membidik gambar yang sesekali terlihat. Sore itu dipinggir jembatan ketika hujan baru saja turun, hawa dingin menusuk, bau tanah yang baru tersiram hujan. Pangwa atau pang-wa terserah mau menyebut apa, yang penting betapa tentramnya melihat aroma keindahan yang terus terpancar. Waktu kecil dulu, mandi dibawah jembatan, bersembunyi diantara akar pohon bakau yang menjulang menantang, sesekali lompatan anak udang yang berkejar-kejaran bersama ikan yang memburunya. Pulang selepas magrib, menunggu "ureung Meu angkoy" pulang dengan hasil tangkapan. Kalau saja sinar matahari tak lagi menyentuhmu, pasti malam selalu menunggumu, menyelimutimu dengan gelap, meninabobokkan-mu dengan nyanyian air pasang yang berdesak-desakan ingin masuk dalam alam mimpimu...

Kamis, 25 Juni 2009

Cerita Mugee Tika

Entah apa yang ada dikepala, ketika semangat membela kaum dhuafa diartikan berfoya-foya, dari tanggal min sampai nun tahun 2009, menyibukkan hari-hari dengan senyum ibu-ibu pengrajin tika dan penjual mie caluk kesukaan sekolah dan peyek kacang. semangat membantu ketika mulai dari duduk-duduk diwarung kopi solong, memacu untuk menerima tantangan yang sebagian teman berbisik, payah, capek, gak punya visi dan belum iklas memberi. Entah apa yang salah... perahu itu tidak berangkat juga ke laut, padahal telah dicat baru, diberi jala baru, kail dan mata pancing baru dan minyak untuk mesin hidup dilaut yang penuh gelombang pasar yang menguncang. Cerita pun bermula dari pasar survey yang ingin memacari pembeli ikan, menghitung calon pesaing penjual ikan lain dan cerita sinetron gaya klasik bernuansa arab tentang kehidupan orang-orang nelayan yang mengelola boat pemberian toke, yang sampai sekarang belum ikhlas memberi boatnya. Selanjutnya strategi perang pun disusun, taktik tempur pun direncanakan, yang membuat target musuh ikan tak bisa meulawan ketika dibombardir dari segala macam penjuru. Tapi mengapa mesiu pertempuran selalu meninggalkan luka, muge tika tidak melakukan apa-apa, pesan singkat masuk dari hP nelayan yang baru datang dari jakarta, Lagi-lagi cerita asrama malem diwa berkembang.... membawa lari selendang tubuh rupawan..yang membuat perahu oleng kekiri dan kekanan. Lantas mengapa tidak jalan-jalan juga boatnya.... Muge tika berbisik... toke boat belum ikhlas melepas semua ini, pinginnya dia yang nahkodai, pinginnya dia tarik pukat, pinginnya dia yang jual, pinginnya dia mengumpulkan orang-orang..... Huh....sejarah selalu berulang.... kekuasaan selalu melawan2. Mugee tika pun berpesan, kalau sudah memberi... ikhlaskan, jangan pernah bertanya tentang berapa banyak yang sudah dibelikan boat, kail, jaring, jala.....yang dari dulu sebenarnya hanya menambah belanja rumah sehingga harus menjual ikan sedikit lebih mahal. dan berkesan selalu dipaksa untuk menerima.... ah....lagi-lagi penjual mie caluk tersenyum, saya tidak menerima apapun, saya tidak mau menerima apapun, karena bisul menerima pasti akan pecah dan minta untuk selalu dihormati.... ya siapa lagi yang gila hormat selain toke boat yang tidak pernah bisa ikhlas.... tambah 2 lagi mie caluknya ya kak mie....

Rabu, 15 April 2009

PanteRaja...Pantai Mandi Para Raja

Panteraja, Pidie jaya, entah kebetulan atau disengaja ataupun punya sejarahnya juga. Mungkin hanya nama yang tinggal, betapa pantai dengan muara yang ramai dengan singgahan kapal nelayan yang baru pulang melaut terparkir rapi, atau juga aroma ikan teri yang dijemur, kemudian dipasarkan dalam keadaan setengah kering (bileeh leubot) kata ibu-ibu penjemur. Pantai yang bersih, putih, tak mengherankan mungkin, kalau disebut pantai tempat mandi raja-raja. 7 km arah keluar dari ibu kota baru yang baru lahir pidie jaya menuju banda aceh. apa yang menarik..... Silakan mampir dan rasakan ayunan gelombang lautnya, rasakan juga pasir pantainya dan rasakan juga alunan musik pohon kelapa yang dipetik oleh tiupan angin.